Empat jenis kain ini terbukti ramah lingkungan. Apa saja?

HALLAH Tribe! Kalau kamu mengamati perkembangan dunia mode akhir-akhir ini, tren fashion mengarah pada produk ramah lingkungan ya. Orang-orang mulai membeli pakaian dengan mempertimbangkan bahan yang eco-friendly, penggunaan pewarna alami, dan teknik pembuatannya yang minim limbah. Jika warga dunia sudah memikirkan cara hidup yang lebih baik untuk kelestarian bumi, kenapa kamu tidak?

Salah satu cara mengikuti tren yaitu dengan memilih pakaian dari bahan ramah lingkungan. Dari label yang menempel di baju atau celana, kamu akan mengetahui material yang digunakan. Lalu, kamu bisa mencari tahu cara penanaman bahan baku kain, hingga mencermati seberapa besar penggunaan zat kimia dalam proses pembuatannya.

Nah, untuk membantu kamu mengikuti gaya berpakaian kekinian, kali ini kami akan membagikan informasi tentang jenis kain ramah lingkungan.

Katun Organik

Biar enggak salah beli pakaian berbahan katun organik, kamu bisa cek tanda sertifikat GOTS (Global Organic Textile Standard). Kalau label GOTS bertuliskan grade organic’, artinya bahan itu mengandung minimal 95 persen serat organik bersertifikasi. Tapi, kalau labelnya mengatakan ‘made with organic’, artinya kain itu mengandung minimal 70 persen serat organik bersertifikat.

Dengan label GOTS, kamu bisa yakin kalau produk tekstil itu sudah memenuhi standar ekologi dan sosial yang ditetapkan untuk kain berbahan organik. Dari mulai penanaman dan pemrosesannya saja sudah ramah lingkungan. Bahkan, produsen harus memerhatikan norma-norma yang berlaku sesuai Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organisation/ILO).

Selain ramah lingkungan, katun organik juga nyaman digunakan dan tahan lama lho! Pakaian dari bahan ini bisa menyerap keringat dengan lebih baik dan memberikan ruang agar kulit kamu bisa bernapas. Dengan proses pembuatan yang alami, katun organik juga anti jamur dan bakteri. Sifat katun organik yang satu ini bakal bikin kamu terhindar dari bau badan.

Bambu

Akhirnya, para peneliti di industri fashion telah menyadari bahwa bambu bisa dijadikan bahan pakaian. Dan, bambu tidak mengecewakan. Serat bambu menjelma menjadi kain lembut yang mampu menyerap keringat, memiliki sifat antibakteri, dan hippoalergenic. Makanya, kain bambu cocok untuk dibuat pakaian bayi, seprai dan handuk.

Industri olahraga juga tak mau ketinggalan untuk mengembangkan bambu menjadi pakaian seperti legging, kaus kaki, dan baju dalam. Hallah juga menggunakan bambu dan katun organik untuk produk activewear-nya. Kamu bisa menggunakannya untuk yoga, lari atau latihan di pusat kebugaran. Pakaian ini akan membuatmu tetap kering dan nyaman meski melakukan aktivitas berat.

Oh iya, kita belum membahas bagaimana bambu bisa menjadi salah satu bahan ramah lingkungan. Kain ini berasal dari tanaman yang tumbuh dengan cepat, bisa dipanen dalam 2-3 tahun, tak perlu pupuk dan pestisida, dan malah bisa meningkatkan kualitas tanah.

Hemp

Hemp adalah salah satu jenis tanaman dari genus cannabis yang masih “bersaudara” dengan ganja. Eits, tapi jangan kira tumbuhan ini bakal membuatmu mabuk. Soalnya, kandungan zat psikoaktif pada hemp sangat sedikit. Hemp justru memiliki banyak manfaat untuk pembuatan kertas, plastik, dan kain ramah lingkungan.

Ini alasan yang mendukung status hemp sebagai bahan kain ramah lingkungan: tanaman ini tumbuh cepat, tidak merusak tanah tempat tumbuhnya, dan tak butuh pestisida. Proses pembuatannya pun bisa dilakukan secara mekanis: patahkan saja batangnya, dan ekstrak seratnya secara manual. Oh iya, serat hemp juga mudah terurai lho!

Kalau kamu mau membeli kain dari bahan hemp, dijamin tidak bakal rugi deh. Hemp ini bersifat hypoallergenic dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Seratnya juga sangat kuat. Bahkan, kain hemp dikenal dengan proses penuaan yang baik, jadi semakin lama dipakai, malah semakin lembut.

Linen

Seperti apa gaya berpakaianmu untuk musim panas? Bagaimana kalau baju santai dari bahan linen yang bernuansa gading atau abu-abu? Selain nyaman dikenakan, kain linen juga ramah lingkungan.

Linen disebut sebagai bahan yang eco-friendly karena terbuat dari rami. Tanaman ini menggunakan pestisida 13 kali lebih sedikit dari kentang. Pabrik pengolahan rami menjadi linen juga hampir tidak menghasilkan limbah. Dan, selama linen tidak diwarnai, maka kain ini bisa terurai secara sempurna di alam.

Selain pakaian musim panas, bahan linen digunakan untuk pembuatan seprai, taplak meja, dan handuk. Jika linen dirawat dengan baik, maka bisa bertahan sampai tiga dekade! Artinya, kamu bisa mengurangi pertumbuhan limbah fashion yang semakin memprihatinkan akhir-akhir ini.

Bergaya dengan tren fashion kekinian itu bagus. Tapi, kamu juga perlu memerhatikan kelestarian alam. Mulai sekarang, kamu harus lebih cermat dalam memilih produk yang paling berdampak paling sedikit untuk lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

World Wide Shipping for International Orders
+
×